Catatan Tri Hidayatno

Global Issue, Teknik Kimia, Lingkungan, Energi dan Apa adanya

Menyongsong Era Ekonomi Kerakyatan

Kata Pak Jend. Purn AM Hendro Priyono setelah seminar Ideologi Pancasila Sabtu kemarin di UGM (30 Mei 2009),  bahwa 3 pasang capres kesemuanya akan melaksanakan agenda ekonomi kerakyatan. Ini berarti siapapun pemenangnya, akan melaksanakan agenda-agenda ekonomi kerakyatan.

Dimanakah posisi profesional di Era Ekonomi Kerakyatan yang akan kita songsong pada era-era mendatang?

Kalau dari Iklan-Iklan salah satu calon, Ekonomi Kerakyatan akan menfokuskan pada penguatan Industri Kecil Menengah, Pertanian, Nelayan dan sektor infomal lainnya. Ini berarti sektor-sektor formal seperti manufacturing akan cenderung dibiarkan dan tidak mendapat dukungan lebih.

Apa yang terjadi dengan industri besar agro, otomotif, petrokimia, minyak, gas, Fast Moving Consumer Good, elektronik, Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), alas kaki dsb?

Apakah akan ada nasionalisasi besar-besaran seprti ketika Bung Karno menasionalisasi Unilever, British American Tobacco/BAT (dua perusahaan ini sudah dikembalikan) dan juga Rajawali Nusantara Group (perusahaan ini masih BUMN)??

Jika memang Perusahaan Minyak Asing akan menjadi berbendera merah putih, apakah karyawan mereka siap dengan fasilitas standar perusahaan minyak BUMN? Apakah perusahaan mie instan akan distop mesin produksinya dan diganti dengan tenaga rakyat untuk mlintiri gandum supaya kriting-kriting? Apakah perusahaan raksasa perkebunan akan diserahkan ke PTPN semuanya?

Jika memang itu terjadi, tak dapat saya bayangkan nasib para insinyur profesional, dimana dari mengurus proyek besar sekali tiap tahun, berubah menjadi proyek kecil2 tapi banyak. Tentunya ini akan menurunkan kompetensi keprofesionalannya. Sulit juga membayangkan karyawan-karyawan perusahaan minyak multinasional yang biasa hidup dengan standar tinggi, harus rela turun derajat. Sulit juga membayangkan perusahaan manufaktur sepatu, elektronik, otomotif yang sudah menerapkan 5S, Kaizen, Six Sigma, Total Quality Management, Toyota Production System dsb kemudian dipecah-pecah menjadi IKM yang kerja hanya singletan & sandal jepitan sambil ngrokok kretek.

So, era ekonomi kerakyatan tampaknya kurang pantas untuk para profesional, semoga nanti yang menang tetap menghormati pemodal untuk menanamkan investasi di Indonesia. Dan semoga bayangan saya terhadap ekonomi kerakyatan salah.

Mei 31, 2009 Ditulis oleh trihidayatno | Apa adanya, Global Issue, Politik | , , , , , , , | Belum Ada Tanggapan

Thermodynamics of Global Warming

Semakin besar energi yang dilepaskan, semakin mengarah kepada kekacauan sistem

“Ini adalah salah satu penjabaran hukum entropi”

Badai katrina, topan tornado, dll itu adalah contoh suatu fenomena kekacauan alam semesta ini. Lho kok bisa? Apa hubungannya dengan Entropi?

 

“Entropi adalah ukuran ketidaktreraturan sistem: Suatu sistem dengan cara tersusun ekivalen komponennya sedikit seperti kristal padat memiliki ketidakteraturan yang kecil atau entropi rendah. Sedangkan sistem dengan cara tersusun ekivalen komponennya banyak seperti gas memiliki ketidakteraturan besar atau entropi tinggi”

Maksudnya gini, padatan itu derajat ketidakteraturannya rendah, sedangkan gas ketidakteraturannya tinggi. Dengan metode interpolasi, maka cairan mempunyai derajat ketidakteraturan diantarnya.

Hubungan Entropi dengan Global Warming dan Badai Topan Macem2

Dari dalil diatas dapat kita simpulkan, bahwa proses konvesi zat menuju sistem dengan ketidakteraturan lebih tinggi (padat ke cair, padat ke gas, cair ke gas) akan meningkatkan entropi suatu sistem. Namanya aja meningkatkan ketidakteraturan mankanya akan semakin semrawut, ribut, acak adul dan sakpanunggalane.

Proses pembakaran merupakan proses yang sangat signifikan menaikkan angka entropi di sistem kita (“Bumi yang di selubungi atmosfir kita anggap sebagi sistem) karena disitu terjadi konvesi kimia dari padatan ke gas CO2 (batubara, kayu) dan cairan ke gas CO2 (minyak).

Walaupun CO2 akan terkonversi menjadi padatan lagi (ini proses kebalikannya, yang menurunkan entropi) melalui proses fotosintesa, tetapi secara agregat entropi meningkat atau dengan kata lain jumlah gas CO2 semakin meningkat.

Sekian pandangan Global Warming dari kaca mata Chemical Engineer.

November 19, 2008 Ditulis oleh trihidayatno | Energi, Global Issue, Lingkungan | , , , , | & Komentar

Natural Selection, The winner is the most adaptable

Kepunahan Manusia…….Dunia dikuasai kecoak alias Coro!!

Di tulisan saya sebelumnya saya menyinggung soal ini, bahwa di alam ini ada yang namanya seleksi alamiah. Sejarah yang membuktikan bahwa makhluk-makhluk kuat seperti dinosaurus mengalami kepunahan akibat tidak mampu menyesuaikan diri. Tapi akhirnya, bagaimana manusia bisa menjadi penguasa dunia sampai saat ini? Manusia adalah makhluk terpintar sejauh yang saya tahu, tapi menurut sayapun, manusia juga mungkin/bisa juga akan punah.

Kapan kita punah? Ojo wedi dhisik para pembaca, seperti tulisan yang pertama, “nothing’s impossible” jarene!

Di buku sejarah 5000 tahun lagi akan ditemukan fosil makhluk berjalan tegak dan berjempol besar (karena menjadi organ paling vital untuk SMS). Ditemukan juga fosil manusia dengan telapak tangan yang menempel di dahi karena pas hidup suka banget bilang “capek deh…”.

Film 12 Monkeys (Bruce Willis, Bradd Pitt) sangat mempengaruhi pikiranku tentang siapa yang akan menjadi penguasa dunia kalau manusia punah. Di Film itu diceritakan tentang suatu konspirasi internasional (12 Monkeys) untuk menghancurkan manusia dengan senjata biokimia semacam virus. Wadah Virus (tube) yang dibawa Bradd Pitt yang harusnya gak disebar ternyata malah jatuh dan hancur dan virus jadi tersebar. Dan di saat yang lain, Bruce Willis terlempar ke masa depan dan mendapati kecoa-kecoa yang sudah tumbuh besar dan bermutasi.

Di film itu tidak banyak dialog, jadi buat yang IQnya dibawah rata-rata dijamin pusing deh nonton film ini. Ternyata eh ternyata, kecoak mampu hidup di tempat kotor dan bersih, memiliki sifat khusus sehingga mencerna racun. Dan bahkan, kecowak bisa hidup di limbah nuklir. Walaupun, kita injak pake sandal aja langsung mati.

Contoh-contoh kejadian di dunia yang saya curigai sebagai salah satu bagian seleksi alamiah yang terjadi sekarang:

1. Manusia cenderung memilih pasangan yang dirasa terbaik, sehingga susah banget cari jodoh kalo wajah dan duit  pas-pasan kaya gini. Udah gitu penakut lagi, takut nembak, takut jatuh cinta, dsb. Walaupun sebenarnya takut disuruh nraktir pecel lele, soalnya kuatnya cuma angkringan.
2. Orang yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan (kerja, teman, kelompok, atau bangsa) akan terdepak dan mati muda. Film “GIE” adalah contoh kasus anak muda yang kalah dengan seleksi alam. Lihat bagaimana sepak terjangnya di UI yang akhirnya jadi membenci kampus sendiri. “Ngono yo ngono, tapi mbok ojo ngono ” kandane wong jowo.

Udah dulu contohnya, ada film “Return to the Blue Lagoon” nih! Mau nonton Brooke Shields renang contoh kasus seleksi alam juga!!

Film Hollywood pun ada hikmah didalamnya, sampaikanlah walau satu scene saja!

Kalau ada yang berminat atau membutuhkan ide film, skript, naskah tentang Sci-Fi (siapa tahu ada insan film yang baca) bisa kontak langsung. Agak bosan juga nih dengan tema film Indonesia, saya curiga insan film kita gak bisa buat film yang harus pake mikir susah2 kaya rumus x kuadrat, soalnya kebanyakan dari background non eksakta. Insya allah box office deh!

Februari 22, 2008 Ditulis oleh trihidayatno | Global Issue, Lingkungan, Uncategorized | , , , | & Komentar

Life is bitter … so we need sweet coffee

Di Indonesia, hidup sudah begitu pahit, makanya kita butuh secangkir kopi manis

Piye ora pahit? Wong kedelai, gandum, jagung (bibitnya) harus impor dari Amerika. Bagaimana gak berat? Kalau teknologi masih ketinggalan.

Saya pernah ditanya oleh kolega dari Eropa, kenapa kok kamu suka sekali menambahkan banyak gula ke kopimu? Menurut mereka, kopi itu minuman pahit, dan mereka sangat menikmati minuman pahit tersebut. Kalau butuh minuman manis, kenapa gak langsung minum syrup saja?

Begini mas bule, panjenengan belum pernah merasakan hidup disini kok!! Dari pelajaran sejarah waktu sekolah dulu, kita dijajah Eropa selama 300 an tahun (Gak semua daerah tentunya), lalu datang Jepang, terus perang lagi dengan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan. Beda dengan negeri sampeyan, pasti buku sejarah Anda penuh dengan kisah sukses menduduki  Asia, Amerika Latin, dan Afrika. Sangat pahit hidup disini…….

Untuk sejenak melepaskan beban hidup yang berat, kopi manis merupakan salah satu minuman yang tepat untuk kemudian kerja keras lagi.  Terus kenapa hari gini hidup masih pahit? ….. Negara agraris kok masih impor terigu dan kedelai?

Sebenarnya impor gak apa2 asal harganya murah, karena masih bisa dimungkinkan terjadi surplus perdagangan karena kita meng-ekspor kopi, coklat, sawit, rempah2 (yang saya sebutkan ini tidak akan tumbuh di Cina, India, Eropa, US). Terigu dan kedelai menjadi mahal karena faktor beralihnya lahan ke Jagung untuk bioethanol, dan juga permintaan kedelai dari Eropa untuk biodiesel. Jika sudah begini keadaannya ada langkah yang bisa dilakukan dengan:

1. Jangan pernah kecanduan salah satu makanan saja, karena menurut Teori Darwin, “Yang akan bertahan hidup adalah yang mampu menyesuaikan diri, bukan yang terkuat, bukan yang terpandai”, dan edukasikan ini ke masyarakat.

2. Naikkan harga ekspor sawit, kopi, dan coklat.

3. Kuasai teknologi bibit unggul secepat mungkin. Apa guna government mendirikan perguruan tinggi pertanian di Bogor itu, yang katanya alumninya malah banyak jadi pegawai Bank atau marketing.

Tapi aku yakin, masyarakat miskin desa akan lebih tabah dari yang dikota. Karena masih bisa makan dengan memetik hasil dari kebun belakang rumah. (termasuk orang tuaku)

Januari 27, 2008 Ditulis oleh trihidayatno | Global Issue | | & Komentar

Nothing’s Imposible

Tulisan pertama di blog ini adalah tentang bagaimana saya membahas kemungkinan apa yang terjadi di dunia ini beberapa hari lagi, beberapa bulan lagi, atau mungkin beberapa tahun lagi. Tidak ada yang bisa meramalkan secara pasti apa yang terjadi, namun semua kemungkinan bisa terjadi.
 

Semua kemungkinan bisa terjadi Kliwon!! Kata Barda Mandrawata.

1. Global Warming
Isu ini semakin hangat seiring meningkatnya kadar gas rumah kaca sehingga membuat Wapres US Al-Gore menerima nobel perdamaian dalam upayanya membujuk Amerika untuk meratifikasi Kyoto Protocol (masalah protocol ini akan saya bahas di blog yang lain). Dan yang masih segar, PM Australia John Howard tumbang di pemilu, salah satu penyebabnya adalah lawannya menyerang dengan isu Ratifikasi Kyoto Protocol. Dampak yang munculpun mungkin sudah dirasakan di bernagai negara seperti mencairnya (sebagian) es di pegunungan Alpen, suhu udara yang naik, dan permukaan air laut yang naik. Kemungkinan apa yang akan terjadi? Dalam DVD yang Al-gore terbitkan mengenai global warming kemungkinan-kemungkinan itu begitu ngeri. Saya belum menontonnya, saya hanya melihat sekilas presentasinya di Oprah Winfrey Show.

2. Harga Minyak Bumi
Hal ini menjadi topik yang lebih panas daripada global warming karena dampaknya akan lebih cepat terasa. Yang paling was-was adalah dari kalangan usaha yang akan rugi karena biaya untuk pembelian bahan bakar akan melonjak. Pemerintah kitapun juga sudah membuat berbagai langkah untuk mengamankan APBN kita. Ada yang meramalkan bahwa harga minyak bisa mencapai USD 120/barrel (dolarnya yang turun atau harga minyaknya yang naik sih!!!)

3. Flu Burung

Ini juga masih belum terpecahkan. Penyakit ini jika sudah mampu menular antar-manusia, akan berakibat luar biasa bagi manusia.

 

Mungkin itu ancaman-ancaman yang akan kita hadapi bersama. Tetapi, semua kemungkinan bisa terjadi……………..

Januari 16, 2008 Ditulis oleh trihidayatno | Energi, Global Issue, Lingkungan | | & Komentar